Benarkah Habib Rizieq Shihab Adalah Keturunan Nabi ? Berikut Nasabnya

 

    Kedatangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab disambut para pendukungnya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Habib Rizieq kembali ke tanah air setelah kurang lebih 3 tahun berada di Arab Saudi.

    Habib Rizieq Shihab merupakan pendiri Front Pembela Islam (FPI) yang dia deklarasikan pada 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-Umm, Tangerang. Sejak itu Habib Rizieq menjabat Ketua Umum FPI hingga 2013.

    Nah apakah benar Habib Rizieq Shihab adalah keturunan Nabi ?.Biasanya orang-orang yang memiliki kenasaban sampai ke Nabi akan di catat di buku Rabithah oleh organisasi Rabithah Alawiyah.

    Rabithah Alawiyah adalah organisasi Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan yang awalnya bernama Perkoempoelan Arrabitatoel-Alawijah. Organisasi ini mengumpulkan WNI keturunan Arab terutama Nabi Muhammad SAW.

    Rabithah Alawiyah, organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad, mendata ada 151 marga segaris keturunan Nabi yang masih ada di dunia, termasuk Indonesia. Dari marga ini, ada sejumlah nama yang kurang dikenal seperti Al Tuwainah, Al bin Sumaithon atau Al Quthhan. Sementara di Indonesia, segelintir marga yang familiar. Misalnya mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas atau mantan Menteri Agama Quraish Shihab. Putri Quraish Shihab, Najwa, populer lewat tayangan bertajuk 'Mata Najwa'. Keluarga Shihab masih keturunan sayid. Selain Shihab, ada pula Assegaf. Habib Hasan bin Jafar Assegaf, misalnya, adalah pengasuh Majelis Taklim Nurul Musthofa. Ada juga Habib Lutfhi bin Yahya di Pekalongan, Jawa Tengah. Keduanya tersohor karena berdakwah. Di Indonesia, dari 100 kabilah Assadah Alawiyah, kini hanya 68 marga keturunan sayid yang tersisa.

    Mereka menyebar ke seluruh wilayah Indonesia, dari Jakarta, Surabaya, Sumatera hingga Kalimantan. Di Condet, Jakarta Timur, kita juga bisa memperhatikan rutinitas para keturunan sayid. Di ujung Jalan Raya Condet, misalnya, aroma minyak wangi merebak saban kita melintas. Toko beraksara Arab mudah ditemui di sepanjang jalan ini selepas Markas Rindam Jaya hingga depan Pusat Grosir Cililitan. Toko-toko ini memajang fam atau marga Alawiyyin, yakni al-Attas hingga Al Habsyi. Kebanyakan keluarga Alawiyin di Condet membuka usaha toko minyak wangi hingga pakaian muslim. Selain itu, di daerah ini, ada makam tokoh Alawiyin termasyur: Makam Kramat Jati. Lokasinya tepat di depan Yayasan Al Hawi. Ada sembilan makam tokoh Alawiyin di sana termasuk Alhabib Muchsin bin Muhammad Alatas, Alhabib Muhammad bin Ahmad Alhaddad, dan Alhabib Husin bin Umar bin Syech Abubakar. Habib Zein bin Umar bin Smith, ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Rabithah Alawiyah, mengatakan bahwa di Jakarta, paling banyak keturunan Alawiyin berasal dari keluarga al-Attas.

     “Nomor dua paling besar Al Haddad,” ujarnya, 7 Januari lalu. Data Rabithah Alawiyah mencatat, di kawasan Jabodetabek, para keturunan Alawiyin didominasi keluarga al-Attas. Jumlah mereka mencapai 2.471 orang. Urutan kedua adalah Al Haddad, sebanyak 1.583 orang. Ketiga marga Assegaf, lalu Alaydrus dan Al Habsyi. Dari jumlah keluarga Alawiyin di kawasan ini, yang paling bontot adalah marga Al Baidi, jumlahnya cuma 1 orang. Selain kaum Alawiyin, banyak pula orang Hadramaut ke Nusantara tanpa ada hubungan dengan keluarga Nabi. Mereka disebut masaikh dan qabail.

    Golongan ini tetap memiliki marga. Rabithah Alawiyah mencatat ada 239 marga orang Arab di Indonesia yang tidak termasuk Alawiyin. Beberapa marga non-Alawiyin mungkin kita kenal. Misalnya Al Gadri, Ba’asyir, atau Bamu’min. Nama terakhir, dua pekan lalu, menjadi sorotan. Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Sekretaris Dewan Syuro Front Pembela Islam, mengklaim dirinya sebagai keturunan sayid dan habib. Habib Zein dari Rabithah berkata di media bahwa dia bukan Habib, dan otomatis bukan pula sayid. Nama di belakangnya, Bamu'min, adalah marga dari orang Hadramaut biasa—dalam artian, keluarganya bukan satu kabilah atau bukan kaum dari satu ayah yang bisa dilacak hingga ke atas sebagai keturunan Nabi.





    Nah kembali lagi ke topik ,silsilah Habib Rizieq juga bisa diketahui dari jurnal Studi Islamika yang terbit pada 2004. Jurnal dipublikasikan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, yang disponsori Australia-Indonesia Institut.

Urutan silsilah Habib Rizieq terdapat tulisan berjudul Defending The Majesty of Islam: Indonesia's Front Pembela Islam (FPI) 1998-2003. Tulisan dibuat peneliti PPIM Jajang Jahroni.

Berikut silsilah atau nasab Rizieq Shihab yang tercatat dala detail personel Makhtab Addaimi yang diterbitkan 8 September 2003 dengan nomor ID nasab 19176.

 

Silsilah ini diperoleh Suara.com melalui Ketua Lembaga Pencatatan Nasab Makhtab Addaimi, Rabithah Alawiyah, Ustaz Ahmad Alatas:

Fatimah Az Zahra AS binti Muhammad SAW.

Al Husein AS bin Fatimah

Ali Zainal Abidin AS bin Al Husein AS

Muhammad al-Baqir AS bin Ali Zainal Abidin AS

Jafar Ash Shadiq AS bin Muhammad Al Baqir

Ali Uraidhy bin Jafar

Muhammad an Nagieb

Isa Arrumi

Ahmad Almuhajir

Ubaidillah

Alwi Alawiyyin

Muhammad bin Alwi

Alwi bin Muhammad

Ali (khali' qasam)

Muhammad (Shohib Marbath)

Ali bin Muhammad

Muhammad (Al Faqih Al Muqoddam)

Alwi (Al Ghayyur)

Ali bin Alwi

Muhammad (Al Mauladawilah) 

Abdurrahman (Assegaf)

Syaikh Abubakar (Assakran)

Ali (Shohib Al Wirid Al Al Sakran)

Abdurrahman bin Ali

Syahabudin (Al Akbar)

Abdurrahman (Al Qhodi) (2/190)

Syahabudin (Al Asghor) (2/212)

Muhammad (2/212) bin Syahabudin

Ali bin Muhammad

Muhammad bin Ali (2/221)

Syaich bin Muhammad

Muhammad bin Syaich

Husein bin Muhammad

Abdullah bin Muhammad

Husein bin Abdullah

Muhammad bin Abdullah

Husein bin Muhammad

Muhammad Rizieq (Ketua FPI)


0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post