9 Penyebab Ketombe Pada Rambut Dan Cara Mengatasinya


Penyebab dan Faktor Risiko Ketombe

Ketombe dapat disebabkan oleh bermacam-macam hal, antara lain:

Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan salah satu penyebab ketombe paling sering. Penyakit ini ditandai dengan kulit yang memerah dan berminyak, dilapisi oleh serpihan kulit kepala berwarna putih kekuningan. Dermatitis seboroik juga bisa menyerang bagian tubuh lain selain kulit kepala, contohnya daerah alis, hidung, belakang telinga, dada, selangkangan, dan daerah-daerah lain yang memiliki banyak kelenjar minyak.

Kurang rajin mencuci rambut

Saat kulit kepala jarang dibersihkan dengan sampo, minyak, dan sel kulit mati akan menumpuk di kulit kepala yang mengakibatkan ketombe.

Malassezia sp

Malassezia sp. merupakan salah satu jamur yang hidup di kulit kepala sebagai normal flora. Jika ada kondisi yang menyebabkan pertumbuhan jamur ini meningkat melebihi jumlah normal, misalnya pada kondisi udara yang panas dan lembap. Malassezia dapat menyebabkan penumpukan asam lemak tak tersaturasi sehingga terjadi peradangan yang berujung pada deskuamasi kulit kepala sehingga menghasilkan ketombe.

Kulit kering

Serpihan kulit kepala yang disebabkan oleh kulit kering agak berbeda dengan yang disebabkan oleh kulit berminyak. Pada kulit kering, serpihan cenderung lebih kecil dan tidak begitu berminyak. Kulit kepala merah dan gejala radang lebih jarang dijumpai.

Dermatitis kontak

Hipersensitivitas terhadap suatu komposisi dari produk perawatan rambut dapat menyebabkan kulit kepala meradang yang salah satu gejalanya adalah ketombe

Kerentanan individu

Salah satu faktor dalam perkembangan ketombe adalah kerentanan individu. Namun, belum diketahui pasti bagaimana kerentanan individu dapat mempengaruhi ketombe. Diduga hal ini disebabkan karena perbedaan dari fungsi barrier stratum korneum, perbedaan respon imun dari protein, dan polisakarida yang berasal dari Malassezia sp., dari setiap individu.

Laki-laki

Laki-laki merupakan salah satu faktor risiko terjadinya ketombe. Beberapa studi mengaitkan laki-laki dengan angka kejadian ketombe yang lebih tinggi. Hal ini diduga karena faktor hormonal.

Penyakit lainnya

Alasannya belum dapat dijelaskan, tetapi ditemukan keterkaitan antara penyakit saraf seperti Parkinson dengan insiden ketombe yang lebih tinggi. Begitu pula dengan pengidap HIV, atau mereka dengan daya tahan tubuh yang buruk.

Kulit berminyak yang mengalami iritasi.

Bahan pada produk perawatan rambut yang mengiritasi kulit kepala.

Pengobatan atau Penanganan Ketombe

Ketombe biasanya dapat dikendalikan dengan mudah. Pada umumnya, membersihkan kulit kepala dengan sampo untuk mengurangi minyak dan membersihkan sel kulit mati dapat membantu mengatasi ketombe yang sifatnya ringan. Jika sampo biasa tidak membantu maka sampo anti-ketombe bisa dicoba. Meskipun begitu, terdapat banyak jenis sampo anti-ketombe, untuk mengetahui mana yang cocok diperlukan proses trial and error.

Jika muncul gejala gatal, menyengat, merah dan rasa terbakar pada kulit kepala setelah memakai suatu produk perawatan kulit kepala, maka harus segera menghentikan pemakaiannya. Perhatikan pula tanda-tanda alergi, seperti ruam, biduran, atau sesak nafas. Jika ada gejala-gejala tersebut, harap segera mencari bantuan medis.

Sampo anti ketombe diklasifikasikan berdasarkan kandungan obat yang dipakai:

Sampo Zink Pyrithione

Sampo ini mengandung agen antibakterial dan antifungal. Sampo ini dapat mengurangi jamur di kulit kepala yang menyebabkan dermatitis seboroik dan ketombe.

Sampo berbasis tar

Tar dapat membantu beberapa kondisi ketombe seperti pada dermatitis seboroik dan psoriasis. Tar memperlambat produksi sel kulit mati sehingga pengelupasannya juga diperlambat. Namun, sampo ini dapat menyebabkan perubahan warna rambut pada orang dengan rambut berwarna terang.

Sampo yang mengandung asam salisilat

Sampo ini dikenal sebagai lulur kulit kepala dan membantu mengurangi skuama. Namun, sampo ini dapat menyebabkan kulit kepala kering yang juga dapat menyebabkan ketombe.

Sampo yang mengandung selenium sulfit

Sampo ini memperlambat matinya sel kulit kepala dan juga mengurangi malassezia. Sama seperti sampo dengan asam salisilat, sampo ini juga dapat menyebabkan diskolorasi di rambut berwarna terang.

Sampo yang mengandung antifungal

Kandungan antifungal merupakan pilihan terakhir jika sampo lainnya tidak dapat menghilangkan ketombe.

Beberapa cara yang dapat untuk mengatasi ketombe dan mencegah kerontokan pada rambut:

1.Rajin Menggunakan Masker Rambut

Perawatan dengan masker rambut dapat menjadi salah satu cara alami mengatasi ketombe dan kerontokan.

2.Banyak Minum Air dan Makan Sayur

Makan makanan bergizi dan air dapat membantu kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Konsumsilah minimal 2 liter air per hari untuk memastikan kulit kepala dan rambut tetap sehat.

3.Gaya Hidup Sehat

Kebiasaan hidup sehari-hari dapat berpengaruh pada timbulnya ketombe di kepala dan rambut rontok. Sebaiknya tidur cukup, minimal delapan jam sehari, maka ketombe dan rambut rontok akan menjadi lebih mudah untuk diatasi.

4.Gunakan Sampo Antiketombe

Kandungan sampo antiketombe yang bagus biasanya sudah diformulasikan sedemikan rupa untuk mengatasi ketombe sekaligus menutrisi kulit kepala dan rambut.

5.Rajin Menyisir Rambut

Cara alami menghilangkan ketombe yang lainnya adalah rajin menyisir rambut, guna membersihkan kulit kepala dari sel-sel kulit mati yang dapat menyebabkan ketombe.


0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post