4 Penyebab Lemak Di Perut Makin Bertambah Buncit - Centropedia

25 February 2019

4 Penyebab Lemak Di Perut Makin Bertambah Buncit

4 Penyebab Lemak Di Perut Makin Bertambah Buncit

Lemak perut atau bagian tubuh lainnya terkadang membuat seseorang tak percaya diri yang mengakibatkan keadaan perut menjadi buncit dan besar. Tak heran kini banyak klinik kecantikan yang menawarkan layanan sedot lemak atau meniruskan sejumlah bagian tubuh yang berlemak.

Seseorang bisa mencoba cara alami untuk menghilangkan lemak di perut. Misalnya dengan sit-up. Sebab pola makan yang baik dan olahraga selalu menjadi cara yang baik untuk membuang lemak.

Namun ada juga hal-hal lain yang mungkin tidak disadari menjadi alasan sulitnya menyingkirkan lemak. Dilansir dari Pop Sugar, Minggu (24/2), ada empat faktor yang menjadi pemicu dan penyebab lemak di perut terus bertambah. Maka cobalah untuk menghindarinya.

1. Stres

Pakar Kesehatan dari Thrive to Glow Health Coaching, Julie Adams mengatakan stres dapat membuat tubuh dan perut khususnya kelebihan produksi kortisol. Saat stres membuat seseorang menjadi kelaparan. Adams menjelaskan ketika seorang stres, bisa menambah berat badan (terutama di bagian tengah) karena tubuhnya berusaha melindunginya. Untuk mengurangi efek stres, Adams mengatakan tubuh sangat membutuhkan relaksasi dan kebahagiaan.

2. Hormon

Banyak yang terjadi pada tubuh ketika hormon rusak. Salah satunya adalah lemak perut. CEO Finish Fit, Armen Ghazarians, mengatakan salah satu hormon dapat berkontribusi pada timbunan lemak perut khususnya perempuan. Yaitu namanya adalah estrogen.

"Estrogen diproduksi oleh sel-sel lemak, yang menyebabkan produksi lemak. Siklus produksi hormon dan sel lemak inilah yang menyebabkan kenaikan lemak perut," jelasnya.

Ghazaria menyarankan peningkatan asupan serat, menambahkan berokoli, kol, dan kembang kol setiap hari sebagai asupan, bisa mengatasi lemak di perut

3. Pola Makan

Tidak heran bahwa makanan memainkan peran besar dalam kesehatan usus. Menurut Ghazarians, penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang harus menggunakan patokan makronutrien seperti komposisi karbohidrat 25 persen, protein 40 persen, dan lemak 35 persen. Hal itu akan membantu membakar lemak perut. Ghazaria juga merekomendasikan untuk menjauhi gula atau minuman manis dan mengurangi karbohidrat dalam makanan.

4. Resistensi Insulin

Pakar Nutrisi Antiinflamasi dan Penulis Buku Zone Diet, dr. Barry Sears mengatakan kelebihan lemak perut sebagian bersifat genetik tetapi terutama didorong oleh peningkatan resistensi insulin. Peningkatan resistensi insulin adalah konsekuensi dari peradangan yang mengganggu pensinyalan antara reseptor insulin dan bagian dalam sel.

"Ini menghasilkan visceral (lemak perut) yang disimpan di semua tempat yang salah dan menyebabkan peradangan yang signifikan. Lemak visceral terakumulasi dengan penurunan kadar estrogen. Ketika kadar estrogen menurun, kadar insulin meningkat dan mendorong lemak makanan untuk disimpan dalam sel-sel lemak," ujarnya.

Sears merekomendasikan untuk mengurangi resistensi insulin yang disebabkan oleh peradangan untuk menghilangkan lemak perut yang berlebihan. Hanya dengan menguranginya, lemak yang disimpan dapat meninggalkan jaringan untuk dibakar sebagai bahan bakar energi.
Comments


EmoticonEmoticon