6 Gejala Penyakit HIV/AIDS yang Terlihat Seperti Sepele - Centropedia

09 February 2018

6 Gejala Penyakit HIV/AIDS yang Terlihat Seperti Sepele

HIV merupakan jenis virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia? HIV atau Human Immunodeficiency Virus dapat membuat seseorang tidak mampu melawan infeksi bila virus ini menyerang pada tubuh.
Setelah virus HIV masuk ke dalam tubuh seseorang, seolah tubuh terasa sehat dan baik-baik saja. Pemeriksaan pun belum dapat mendeteksinya. Setelah menginjak waktu 6 bulan berlangsung, virus HIV mulai berkembang di dalam tubuh. Dalam tahapan tersebut, tes virus HIV sudah mulai bisa dilakukan dan mulai terdeteksi pada tubuh. 

Meskipun sudah terkena HIV, tetapi dalam suatu kasus penderita akan tampak baik-baik saja hingga 5-10 tahun tanpa mengetahui adanya virus di dalam tubuhnya. Dan beberapa orang ada juga yang hanya bertahan sampai 8 tahun sampai akhirnya mengalami kematian.
Di saat Virus HIV sudah berlanjut menjadi AIDS, kondisi pasien pun semakin memburuk. Dalam tahap ini, pasien HIV AIDS sudah harus menjalani serangkaian terapi di rumah sakit.
Di antara beberapa gejala penderita HIV adalah sebagai berikut: 
1. Pasien akan merasakan demam ringan di saat virus HIV sudah masuk ke aliran darah. Selain demam, pasien HIV juga akan merasakan beberapa gejala seperti kelelahan dan sakit tenggorokan.
2. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening sebagai respon sistem kekebalan tubuh seseorang. Gejala lain seperti nyeri otot pun sering timbul dan bisa juga mirip dengan gejala virus lainnya seperti influenza.
3. Muncul ruam kemerahan pada bagian tertentu, kemungkinan Anda terinfeksi virus HIV. Ruam ini biasanya muncul pada fase awal dan akhir.
4. Berat badan yang turun drastis diakibatkan mulai parahnya penyakit dan diare yang tak kunjung sembuh.
5. Seseorang yang mengidap HIV kadang mengalami batuk kering yang dapat berlangsung lama dan tak kunjung berhenti. Selain itu, radang paru juga bisa menjadi salah satu komplikasi lainnya.
6. Dan Saraf yang sudah rusak membuat pasien HIV mudah mengalami kebas dan kesemutan. Gejala ini sangat mirip dengan penderita diabetes sehingga Anda pun harus waspada.
Sampai saat ini belum ada obat yang dibtemukan untuk menyembuhkan virus HIV. Pengobatan yang dapat dilakukan hanyalah sebatas untuk menghambat perkembangannya sehingga seseorang yang positif HIV bisa bertahan lebih lama seperti dilansir alodokter.com (retrieved, 08/02/2018).
Comments


EmoticonEmoticon