CARA MENGISI TINTA HITAM DAN WARNA PADA HP D2566 (CATRIDGE TIPE 60, INTRODUCTORY CATRIDGE)

    Assalamuallaikum...

    Alhamdulillah pada tanggal 26 januari 2009 kemaren, saya sudah seminar skripsi. Seminar skripsi di kampus saya adalah salah satu rangkaian acara setelah pendadaran dimana nilai skripsi diumumkan dan kita harus presentasi di depan khalayak. Dengan ijin Allah, saya diberi kelancaran dan nilai yang sangat memuaskan. Tapi kini, sambil menunggu wisuda dan juga kuliah profesi yang baru mulai berjalan di akhir februari, maka otomatis saya banyak waktu senggang..makanya saya mulai aktif lagi untuk ngeblog hal-hal yang mungkin bisa berguna bagi anda semua hehehe

    Kali ini, saya akan sedikit memberi tahu cara mengisi tinta hitam dan warna pada katrid bawaan HP yang isinya cuma seemprit itu. Meskipun saya BUKAN AHLINYA, semoga ini dapat membantu anda. Sekedar info bagi yang belum tahu, bahwa katrid bawaan HP D2566 adalah jenis katrid sekali pakai yang sebenarnya tidak untuk di isi ulang/ refill dan setelah habis kita wajib mengganti dengan katrid baru yang memiliki kapasitas lebih besar. harga untuk satu katrid hitam adalah 130 ribu dan warna 150 ribu, meskipun cukup murah dibanding dengan katrid merk printer lain, tapi untuk mahasiswa seperti saya, itu masih cukup berat sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, dan rela tidak rela (lebay hehehe) maka saya harus mengisi ulang karena lebih irit dan buktinya saya bisa ngeprint skripsi saya tanpa masalah...HP mang OKE !!


    Info saja, bahwa kapasitas katrid bawaan hanya berkisar dari 2-3 ml sehingga saat mengisi harus sesuai dengan kapasitas. Berikut cara mudah mengisi menggunakan tinta refill dataprint DP27 (hitam) dan DP 28 (warna) :

    - nyalakan printer, dan buka cover agar katrid dapat diambil



    - buka stiker HP pada bagian atas



    - untuk katrid hitam, akan ada 5 lubang yakni satu pasang diatas, satu lubng ditengah (tanpa pasangan) dan satu pasang lagi dibawah.
    - untuk katrid warna, ada 5 lubang yakni satu lubang diatas, dan dua pasang berada dibawahnya



    - siapkan alat suntik
    - untuk katrid hitam : pilih lubang yang tengah dimana tidak punya pasangan lubang, konon katanya bila di refill lewat sini akan lebih awet. Suntik pelan kira-kira 2 ml tinta, saat menyuntikkan, gabus yang ada di dalam lubang agak sedkit ditekan karena suntikkan tidak mengen di gabus maka tinta mudah keluar (seperti penuh padahal belum). Suntik pelan saja agar gabus dapat menyerap tinta yang kita berikan. Bila sudah habis, sudahi menyuntik walau gabus masih dapat menyerap untuk menhindari katrid yang terlalu penuh sehingga kemungkinan bocor dan merusak katrid itu sendiri. Bila sudah, tutup lubang dengan isolasi yang rapat agar tinta tidak keluar kembali dan lap bagian head printer dengan tisu kering. Mulailah mencoba untuk ngeprint, bila hasil belum maksimal dapat dilakukan alignment sampai hasilnya bagus.

    - untuk katrid warna : seperti yang tampak pada gambar, suntik warna pada lubang yang tepat. Cara menyuntiknya sama dengan katrid hitam, hanya saja volumenya lebih sedikit, biasanya hanya 1 ml. Jangan sampai meluber dan luberannya masih ke lubang lainnya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Bila sudah selesai, isolasi yang kenceng dan label HP bisa ditutup kembali dan head bisa di lap dengan tisu kering. Coba print dan bila mungkin, lakukan alignment.

    - saran : bila tinta tidak keluar, bisa diuapi dengan uap panas atau dicelup pada air sedikit saja pada air hangat, dan bersihkan dengan tisu. Bila tetap tidak bisa keluar, serahkan ke veneta untuk diisi ulang, kemudian besok, refil sendiri lagi donk, bangkrut bawa ke veneta mulu hahahaha

    - printer ini akan merekam katrid yang telah kita gunakan, apabila tinta habis, walau kita refill, tetap tampak habis pada indikatornya (walo diisi di veneta sekalipun, ga khan berubah selama tidak mengganti katrid). Jadi tidak usah bingung dnegan indikatornya, karena HP sudah berbaik hati memberi indikator lainnya yang berupa led oranye (* yang bisa dibohongi hehhe). Led ini akan menyala setelah tinta habis, namun setelah direfill maka led ini akan mati sehingga ini saja yang digunakan sebagai indikator tinta. Bila led terus menyala setelah di refill, mungkin chipnya sudah rusak sehingga harus diganti, atau sedikit diakali. Besok lain kali akan saya beritahukan caranya hehehe..

    SARAN : seperti yang telah saya ungkapkan pada post sebelumnya, RAWAT PRINTER ANDA DENGAN PRINTING TIAP HARI !!! itu kunci menjaga printer anda untuk tetap sehat...

    Cukup sekian, mungkin hanya secuil membantu, tapi saya senang membantu anda

    BELI PRINTER BARU?? AKHIRNYA PILIH HP D2566


    kisah ini berawal dari rusaknya printer kesayangan saya. prinster saya dulu adalah epson c65. saya jelaskan kronologisnya :

    pada tahun 2005, saya membeli canon pixma ip 1000, setau saya itu adalah pixma pertama dari canon dengan kecepatan yang wah pada jamannya. saya benar-benar terkesima dengan kecepatan printingnya. ketika itu, refill tinta masih jarang (atau saya yang kuper ya hahaha) jadi saya selalu mengisi tinta dengan ditetes menggunakan dataprint. awalnya semua berjalan baik, namun setelah setaun berlalu (kondisi jarang dipakai) mendadak hadil print bergaris dan walhasil diketahui catridge (beserta head) rusak. bagus, saya mau beli tapi waktu itu harganya dihitung lebih dari 400 ribu..jadi saya memutuskan beli baru

    pada tahun 2007 awal (kalo ga salah), epson c65 rilis pertama kali di pameran komputer jogja expo center. saat itu, ada program trade in printer lama dihargai 150 ribu yang kemudian dapat ditukar dengan epson c65 BARU ditambah sedikit uang (250 ribu). waktu itu, penawaran hanya 30 printer (seingat saya) sehingga akhirnya saya cepat2 membawa printer ip1000 yang udah soak itu kemudian beli c65. setelah beli, ternyata isi inta aslinya harus ganti catridge seharga 50 ribu satu biji, padahal c65 ada 3 catridge warna terpisah dan 1 catrdige hitam walhasil harus keluar 200 ribu sekali ganti..mahal..saya kembali ke pameran beberapa bulan berikutnya, dan saya memilih untuk diinfus seharga 200 ribu. awalnya infus baik2 saja, namun lama kelamaan tulisan yang diprint blawur (berbayang), untung di dekat rumah ada tukang service epson sehingga diperbaiki dan diganti infus cukup 100 ribu saja (kenapa ga dari dulu coba hahahaha). semua berjalan lancar, printer epson saya tidak pernah mogok dan saya akui bahwa epson adalah printer yang sangat tangguh untuk diinfus. sampai ketika saya akan mengumpulkan draft skripsi akhir tahun 2009, tinta saya habis dan saya mengisi dengan tinta yang baru. tapi yang terjadi justru tinta hitam mbelarut atau bergaris-garis. saya coba clean dan saya bawa kembali ke tetangga saya, singkat cerita printer saya headnya rusak. di epson, catridge dan head terpisah sehingga bila hanya catridge saja yang rusak adalah hal mudah tapi bila head???saya harus bayar 550 ribu untuk membeli dan ongkos pasang di dealer resmi epson. MAHAL..jadi saya lagi lagi dan lagi memutuskan untuk membeli baru

    pada awalnya saya bingung memilih antara canon ip 1980 dan HP D2566. dua-duanya cuma selisih 20 ribu, sedangkan epson T11 saya singkirkan dari list karena harus diinfus jadi total mungkin harus bayar 750ribu padahal budget saya cuma 500 ribu. apa boleh buat..
    dari surfing sana sini akhirnya saya menyimpulkan beberapa hal :

    keunggulan canon ip 1980
    - mudah di reset
    - ngprint cepet
    - bisa di reffil
    kejelekan canon ip 1980
    - terlalu sering di reset, mengurangi masa hidup catridge
    - teralu sering direffil juga mengurangi masa hidup catridge
    - saya pernah menggunakan, memang bila di refill tidak awet hohoho


    keunggulan d2566
    - mudah di reffill dan kompatibel dengan tinta reffil macam dataprint maupun veneta
    - harga lebih murah
    - catrdige rusak, harga catridge murah meriah
    - bisa print walau hanya dengan satu catrdige
    kejelekan d2566
    - tidak bisa di reset (karena mang da resetnya)
    - kurang cepat dibanding canon (lebih cepat 0,5 kali dari epson menurut saya)
    - sering trobel macam ngeblink
    - catridge baru hanya berisi 3 ml jadi cepat habis (80 lembar hitam putih) jadi rugi kalo ngisi di veneta system hehehe
    - katanya boros tinta (tapi koq saya rasa sama saja dengan canon, mungkin karena inktank lebih kecil dari canon yang nyampe 10 ml, jadi keliatan canon lebih irit hehehe)

    setelah dengan berbagai pertimbangan, maka akhirnya saya pilih hp d2566 karena beberapa alasan:
    - belum pernah pake hp sebelumnya
    - harga catridge yang relatif murah
    - gampang di reffil dan lebih awet di reffil daripada canon
    - modelnya kompak dan keren
    - catridgenya hanya dua (bukan inkdividual seperti epson sehingga tidak terlalu banyak biayanya hehehe

    setelah kurang beberapa hari saya beli, ternyata tinta hitam sudah habis, lalu saya berusaha untuk mereffilsendiri dengan menggunakan dataprint d27, dan hasilnya oke
    namun kemudian saat tinta habis kedua kali, tinta tidak mau keluar..walhasil itu membuat aya bingung kemudian saya punya ide untuk membawa ke pusat reffil veneta. begitu disuntik dengan veneta, ternyata bisa keluar lagi jadi saya pikir, tidak masalah pilih HP tipe ini karena memang jauh lebih gampang perawatannya dibanding canon. tips saja untuk merawat printer, yakni gunakan printer tiap hari untuk menghindari tinta yang kering, kalo saya biasanya membuat tulisan teks yang berwarna merah, kuning, bitu dan hitam sehingga dengan sekali ngeprint, semua tinta dapat berfungsi. sekian saja, bila anda masih bimbang, silahkan jongkok hahahaha...

    wassalamualaikum

    SETTING COMPIZ DI LINUX (TURUNAN UBUNTU)

    Linux lagi..linux lagi..ya beginilah nasib seseorang yang lagi jatoh centrong ma OS pinguin ni, gimana ga jatuh cinta coba, programnya gratis, pas instal tidak memerlukan driver apapun karena semua otomatis terinstal bahkan printer ja langsung tau serinya..gimana ga pinter coba si pinguin ini. Memang sich, windows seven juga demikian, tapi untuk printer dan flash disk, banyak masalah tidak mau deteksi sehingga kadang harus restart agar hardware dapat terbaca..belum lagi kemampuan si pinguin untuk membuat tampilan sedemikian heboh dengan COMPIZ, bikin betah pokoknya mantengin layar kompi. Ya ampun..intronya panjang amat hehehe

    Oke2, kita mulai..compiz merupakan suatu program yang membuat dekstop kamu akan keliatan canggih. Sebelumya saya hanya tau bahwa tampilan desktop paling keren adalah milik MacOS dengan leopardnya, tapi ternyata...linux bisa lebih cool dan kamu bisa puas-puasin mengutak atik tampilan linux sehingga saat membuka window, menutup, mengklik, bahkan berpindah desktop dengan efek-efek yang kamu pengen (windows seven kagak punya yang beginian) kayak efek cube saat berpindah dekstop, efek hancur saat menutup window, efek flow saat menggerakkan window, efek seperti tirai saat membuka window dan banyak lagi efek yang bisa kamu rubah sepuas hati.

    Sebelumnya, pastikan linux kamu terinstal dengan compiz config settings manager. Bila tidak ada, kamu bisa download dari synatic package manager atau dari terminal karena compiz tidak tersedia secara default di tipe ubuntu. Bila anda tidak ingin repot, maka gunakan linux mint karena compiz sudah terinstal secara default disini.

    Apabila dari terminal, maka : application > accesoris > terminal > ketik sudo apt-get install compizconfig-settings-manager


    apabila dari synaptic package manager : system > administration > synaptic package manager > search > compiz config > pilih > klik kanan > instal > apply

    untuk memanggil program ini maka gunakan code pada terminal : ccsm
    program ini sendiri akan nongkrong dibagian system > preferences > compiz config settings manager.

    Untuk mengaktifkannya, buka dekstop background > klik kanan > change desktop background > visual effect > custom > preferences kemudian silahkan coba berbagai efek yang sudah disediakan..atau untuk langsung panggil, tinggal masuk terminal > ccsm, terbuka dech..mudah bukan??siapa bilang linux susah????

    bagi anda (dan saya) pengguna mint, compiz sudah tersedia pada menu > preferences > compiz config settings manager atau simple compiz config settings manager (tampilan yang lebih kompak)

    MEMBUAT DEKSTOP CUBE (KUBUS) YANG BERPUTAR

    ini salah satu contoh mengoptimasi compiz agar dapat sekeren MacOS.
    Terminal > ccsm > centang desktop cube > centang dekstop reflection and deformation > centang rotate cube > kemudian masuk ke general option > desktop size > horizontal virtual size > rubah menjadi 4 (mint akan ter-default 4)..and this is it..

    coba : klik ctrl + alt + kanan / kiri untuk memutar kubus
    ctrl + alt + bawah untuk membentangkan kubus menjadi memanjang

    sekian dulu yak..dah capek ni mata..terima kasih untuk tutor dari seseorang yang tidak bisa saya sebutkan (karena memang tidak tahu namanya hahaha)

    ccchaaaaaauuuuuuuuu



    berikut adalah screenshot dari compiz yang telah dioptimasi :
    - kiri : cube
    - kanan : ga tau namanya...hehehe

    CARA MENGGANTI THEMES / TEMA PADA SELURUH TURUNAN UBUNTU

    Ini merupakan cara yang simpel bagi anda yang sudah bosen dengan tampilan default milik ubuntu, mint maupun lainnya. caranya cari tema kesukaan kamu dari internet, keunggulun ubuntu, instalan temanya cuma hitungan kilobyte sehingga anda dapat mencari puluhan theme yang ada. itulah sebabnya kamu tidak akan pernah bosan dengan linux.



    anda pasti akan mendonlot file tema dengan ekstensi tar.gz, yang pasti jangan diekstrak karena anda tidak akan dapat mengganti tema anda hohohoho

    setelah donlot, klik kanan > change dekstop background > theme > install > cari tema yang telah anda donlot tar.gz. bila sudah > open > pilih tema yang sudah diinstal tadi..this is it

    untuk merubah background dari local disk yang aktif, maka bisa dengan edit > background and emblems > klik dan bawa ke local disk > maka semua akan akan berubah. untuk merubah menjadi gambar maka klik add new pattern dan cari gambar yang anda inginkan > open > drag ke local disk
    nb : hanya untuk gambar dibawah 100 kb

    sekian saja dan terima kasih




    PADANAN PROGRAM LINUX DENGAN WINDOWS

    saya sudah merasakan beratnya berpindah hati (beratnya cuma 5 menit pertama, setelahnya seneng hahaha) terutama karena perbedaan program-program yang ada di windows dan linux. awalnya sedikit menyebalkan karena linux koq gini gitu tapi setelah di explore baru ketauan bodonya karena semua program windows punya padanannya bahkan program windows kita dapat mainkan di linux dengan program wine milik linux. linux memang dikembangkan oleh orang-orang yang peduli, plagiat (tapi yang kreatip abiz) dan merugikan (bagi programmer software yang berbayar).



    bagi anda yang sudah menangis darah duluan karena menggangap linux itu susah dan programnya beda dengan windows, berikut adalah padanan program windows baik yang built in maupun tambahan dengan linux yang bisa dibuat acuan untuk memulai hidup anda dengan linux :

    - oficce : MS office (word,excel,power point) --------------- openoffice.org (word processor, spreadsheet,presentation)
    - mp3 : windows media player (wmp) , winamp--------rhythmbox,mplayer, media player
    - foto : windows fax viewer------------f-spot
    - edit photo : photoshop----------GIMP image editor
    - grafis : corel draw------------openoffice drawing
    - burner : nero---------brasero
    - kamus : transtool-------gkamus
    - text : notepad--------gedit
    - partisi : partition magic---------gparted
    - messenger : yahoo messenger ----------pidgin
    - email : outlook-----------evolution
    - akselerator : internet download manager---------axel
    - untuk yang lain..masih banyak sekali hanya banyak yang lupa, besok saya akan tambahkan bila saya ingat hehehe

    kekurangan : bagi gamers, mungkin agak susah menemukan padanannya maka pakailah program WINE yang bisa dicari di pusat repo terdekat seperti repo ugm, its, ui dan banyak lagi lainnya di kota terdekat anda (serasa iklan ^ ^)




Read more articles

join this

CO.CC:Free Domain